Selasa, 17 Juni 2014 0 komentar

Sing Song

Malaikat Juga Tahu
Dee




Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiam jadi bahagiaku juga
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali saat kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku

Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkanku sendiri

Meski sering kali kau malah asyik sendiri

Karene kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silahkan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam 

Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri
Cintaku yang sejati

Namun tak kau lihat terkadang malaikat

Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan 
Namun kasih ini silahkan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta terus kutemani

Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi
Karena tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat terkadang malaikat

Takbersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silahkan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Senin, 09 Juni 2014 0 komentar

Profil Masyaiych

Mbah Wahab KH. Wahab Chasbullah, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa




 KH. Wahab Chasbullah adalah seorang tokoh pergerakan dari pesantren. Beliau dilahirkan di Tambakberas, Jombang, tahun 1888. Sebagai seorang santri yang aktivis, beliau tidak bisa berhenti beraktivitas apalagi melihat rakyat Indonesia yang terjajah, hidup dalam kesengsaraan lahir dan batin.

 Sepulang dari Mekkah 1914, Wahab, tidak hanya mengasuh pesantrennya di Tambakberas, tetapi juga aktif dalam pergerakan nasional. Ia tidak tega melihat kondisi bangsanya yang mengalami kemerosotan hidup yang mendalam, kurang memperoleh pendidikan, mengalami kemiskinan serta keterbelakanagan yang diakibatkan oleh penindasan dan pengisapan penjajah.

  Melihat kondisi itu, pada tahun 1916 ia mendirikan organisasi pergerakan yang dinamai Nahdlatul Wathon (kebangkita negeri), tujuannya untuk membangkitkan kesadaran rakyat Indonesia.

  Untuk memperkuat gerakannya itu, tahun 1918 Wahab mendirikan Nahdlatut Tujjar (kebangkitan saudagar) sebagai pusat penggalangan dana bagi perjuangan pengembangan Islam dan kemerdekaan Indonesia. Kiai Hasyim Asy’ari memimpin organisiasi ini. Sementara Kiai Wahab menjadi Sekretaris dan bendaharanya. Salah seorang anggotanya adalah Kiai Bisri Syansuri.

  Mencermati perkembangan dunia yang semakin kompleks, maka pada tahun 1919, Kiai Wahab mendirikan Taswirul Afkar. Di tengah gencarnya usaha melawan penjajahan itu muncul persoalan baru di dunia Islam, yaitu terjadinya ekspansi gerakan Wahabi dari Najed, Arab Pedalaman yang menguasai Hijaz tempat suci Mekah dikuasai tahun 1924 dan menaklukkan Madinah 1925.

 Persoalan menjadi genting ketika aliran baru itu hanya memberlakukan satu aliran, yakni Wahabi yang puritan dan ekslusif. Sementara madzhab Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali yang selama ini hidup berdampingan di Tanah suci itu, tidak diperkenankan lagi diajarkan dan diamalkan di tanah Suci. Anehnya, kelompok modernis Indonesia setuju dengan paham Wahabi.

  Lantas, Kiai Wahab membuat kepanitiaan beranggotakan para ulama pesantren, dengan nama Komite Hejaz. Komite ini bertujuan untuk mencegah cara beragama model Wahabi yang tidak toleran dan keras kepala, yang dipimpin langsung Raja Abdul Aziz.

  Untuk mengirimkan delegasi ini diperlukan organisasi yang kuat dan besar, maka dibentuklah organisai yanag diberinama Nahdlatul Ulama, 31 Januari 1926. KH Wahab Hasbullah bersama Syekh Ghonaim al-Misri yang diutus mewakili NU untuk menemui Raja Abdul Aziz Ibnu Saud.

 Usaha ini direspon baik oleh raja Abdul Aziz. Beberapa hal penting hasil dari Komite Hejaz ini di antaranya adalah, makam Nabi Muhammad dan situs-itus sejarah Islam tidak jadi dibongkar serta dibolehkannya praktik madzhab yang beragam, walaupun belum boleh mengajar dan memimpin di Haramain.

  KIAI WAHAB HASBULLAH dengan segala aktivitasnya adalah untuk menegakkan ajaran ahlussunnah wal jamaah yang sudah dirintis oleh walisongo dan para ulama sesudahnya.

  Beliau tidak hanya penerus, tetapi memiliki pertalian darah dengan para penyebar Islam di Tanah Jawa itu. Bahkan Kiai Wahab juga mengidentifikasi diri sebagai penerus perjuangan pangeran diponegoro. Karena itu ia selalu memakai sorban yang ia sebut sendiri sebagai sorban Diponegoro.

 Dengan sorban itu, ia makin percaya diri. Dalam upacara keagamaan sampai dengan acara kenegaraan, Kiai Wahab selalu melingkarkan sorban tersebut, hingga pundaknya tertutup. Demikian juga dengan sarung, tidak pernah diganti dengan pantolan.

  Beliau telah melampaui segala protokoler kenegaraan yang ada, karena telah memiliki disiplin dan karakter keulamaan sendiri. Selain itu, ia memang memiliki ilmu kanuragan yang tinggi sehingga tidak takut menghadapi musuh sesakti apapun.

  Kemenonjolan peran Wahab Hasbullah ini berkat kematangannya dalam menempa dirinya sebagai seorang ulama pergerakan. Sifat keulamaannya digembleng di pesaanatren Langitan Tuban, Pesantren Tawangsari Surabaya.

  Kemudian ia melanjutkan lagi ke Pesantren Bangkalan Madura. Di pesantren asuhan Syaikh Kholil inilah, ia bertemua dengan Kiai Bisri Syansuri, ulama dari Pati yang kelak menjadi sahabat seperjuangannya, juga iparnya. Pertemanannya Kiai Wahab dengan Kiai Bisri ini memiliki pengaruh terhadap perkembangan NU. Selanjutnya, Kiai Wahab ke Pesantren Mojosari Nganjuk dan menyempatkan diri nyantri di Tebuireng Jombang.

  Setelah merasa cukup bekal dari para ulama di Jawa dan Madura, beliau belajar ke Mekkah untuk belajar pada ulama terkemuka dari dunia Islam, termasuk para ulama Jawa yang ada di sana seperti Syekh Machfudz Termas dan Syekh Ahmad Khotib dari tanah Minang. Selain, belajar agama saat di Mekkah itu, ia juga mempelajari perkembangan politik nasional dan internasional bersama aktivis dari seluruh dunia.

  Selama masa pembentukan NU, Kiai Wahab selalu tampil di depan. Di manapun muktamar NU diselenggarakan sejak yang pertama kalinya yaitu di Surabaya, kemudian hingga ke Bandung, Menes Banten, Banjarmasin, kemudian Palembang hingga Medan, ia selalu hadir dan memimpin. Sehingga pengalamannya tentang organiasi ini cukup mendalam. Karena itu, Kiai Wahab selalu cermat dan tegas dalam mengambil keputusan.

   Dalam menghadapi berbagai kesulitan, terutama dalam hubungannya dengan pemerintah kolonial, ia selalu mampu mengatasinya. Misalanya, ia harus berhadap dengan para residen gubernur atau menteri urusan pribumi. Kemampuan lobi dan diplomasi membuat semua urusan bisa lancar, sehingga NU mampu mengatasi berbagai macam jebakan dan hambatan kolonial.



Rabu, 04 Juni 2014 0 komentar

Cara Menambahkan Jam dan Kalender pada Blog


  • Untuk Menambahkan Kalender
             1. Silahkan kunjingi situs ini.
             2. Pilih kalender yang anda suka.
             3. Jika sudah copy kode javascript kalender.
             4. Loggin ke blogger.
             5. Pilih Tata Letak, kemudian klik Tambahkan Gedget.
             6. Pilih HTML atau Javascript.
             7. Paste kode kalender tadi.
             8. Klil Simpan 
  • Untuk Menambahkan Jam
             1. Silahkan kunjungi situs ini .
             2. Pilaih jam yang anda suka.
             3. Jika sudah copy kode javaszript jam.
             4. Loggin ke blogger.
             5. Pilih Tata Letak, kemudian klik Tambahkan Gedget.
             6. Pilih HTML atau Javascript
             7. Paste kode jam tadi.
             8. Klik  Simpan.
0 komentar

Cara Mengganti Template pada Blogspot dengan Mudah



  1. Login kedalam akun blogger.
  2. Pilih menu template dari menu blog anda.
  3. Silahkan pilih menu cadangkan atau pulihkan pada kanan atas layar.
  4. Akan tampil jendela Pop up. Klik tombol Unduh Template Lengkap untuk menyimpan template anda saat ini sebagai antisipasi jika terjadi kesalahan.
  5. jika pengunduhan sudah selesai , di bawah tulisan "Unggah template dari file di hard drive anda.
  6. Klik tombol pilih file xml yang telah anda download tadi dikomputer anda.  
  7. jika sudah, silahkan klik Unggah
  8. jika terjadi kesalahan, anda hanya perlu memasang kembali template lama yang tadi anda download, cukup ulangi langkah 5-7 untuk file xml asli dari blog anda.
Selasa, 03 Juni 2014 0 komentar

Resensi Novel Taiko




Jika seekor burung tak mau bernyanyi
Tanyakanlah pada mereka bertiga!
“Bunuh saja!”, kata Nobunaga
“Buat agar dia suka menyanyi..”, kata Hiyoshi
“Tunggu!”, kata Ieyashu


     Itulah syair sederhana pembuka dalam novel apik karya novelis jepang Eiji Yoshikawa yang berjudul Taiko, novel ini berkisah tentang seorang anak petani yang bernama Hideyoshi, si muka monyet yang bercita- cita menjadi seorang samurai, dan pada akhirnya menjadi Taiko yang berhasil menyatukan Jepang.
      Ceritanya diawali masa kecil Hideyoshi saat menjadi anak petani di daerah Owari milik Marga Oda, saat kecil Hideyoshi dikenal sebagai anak yang nakal sehingga tidak heran banyak sekali warga pedesaan yang mencemoohnya. Lalu cerita berlanjut saat Hideyoshi berusia remaja, dia pergi dari rumah melakukan perjalanan untuk meraih cita- citanya menjadi sorang samurai diperjalanan itu Hideyoshi mengalami banyak hal.
     Kehidupan Hideyoshi berubah total saat bertemu seorang penerus marga Oda berumur 19 tahun pengganti ayahnya meninggal, Oda Nobunaga diawal perkenalan disebut si pandir, karena terkesan nyeleneh, namun ternyata itu semua hanya siasat untuk mengetahui, siapa pengkhianat dalam marganya yang merasa ragu dengan kepemimpinannya karena dia masih muda. Hideyoshi menjadi salahsatu orang kepercayaannya, dikarenakan dengan ketulusan hatinya dalam mengerjakan sesuatu dan kecerdasannya yang mampu menyelesaikan hampir semua masalah di istana Nobunaga. Sayangnya karena ketulusan hatinya dalam mengerjakan sesuatu dia sering menjadi cemoohan orang-orang yang iri.
    Cerita berlanjut saat Hideyoshi menjadi Jendral kepercayaan Nobunaga, pada saat itu Nobunaga sedang melakukan kampanye berdarah untuk menyatukan seluruh Jepang, dikarenakan Shogun Asikaga pada masa itu terlalu lemah, sehingga sering terjadi pertikaian antar marga, hal yang menarik saat kampanye ini adalah sepak terjang Hideyoshi yang sering berhasil menyakinkan musuh dari marga lain menjadi sekutu, sehingga tak jarang dia memenangkan pertempuran tanpa pertikaian berdarah.
    Saat Oda Nobunaga meninggal karena insden penghianatan salah satu jendralnya yaitu Mitsuhide Akechi, Hideyoshi berusaha menstabilkan kekuasaan wilayah Marga Odadan mengambil alih tampuk kepemimpinan sebagai Taiko, dikarenakan keturunan dari Marga Oda tidak ada yang kompeten sehingga ditakuykan wilayah Marga Oda akan terancam oleh marga lain. Dibagian terakhir, diceritakan bahwa Hideyoshi berhasil menyatukan seluruh Jepang, dan melakukan penyerangan ke Cina akan tetapi gagal. Setelah kepemimpinan Hiyoshi berakhir sistem keshogunan dikembalian, Hiyoshi digantikan oleh seorang sekutu terkuat Marga Oda bernama Tokugawa Ieyashu yang sangat penyabar dan matang, sehingga Tokugawa memimpin jepang selama 300 tahun.
    Novel apik bertema sejarah setebal 1143 halaman ini sangat menarik untuk dibaca karena berisi nilai- nilai kemanusiaan yang sangat mendalam seperti ketulusan, harga diri, dan kepercayaan. namun yang paling menarik bagi saya adalah budaya- budaya dan alam Jepang yang dikisahkan dengan apik sehingga sang pembaca seperti dibawa ke Jepang pada abad ke- 16, yang menurut saya tidak ditemukan di manga dan anime Jepang.


0 komentar

Hikmah Puasa

Ibadah puasa Ramadhan yang diwajibkan Allah kepada setiap mukmin adalah ibadah yang ditujukan untuk menghamba kepada Allah seperti yang tertera dalam QS. Al- Baqarah/2: 183. Hikmah dari ibadah shaum itu sendiri adalah melatih manusia untuk sabar dalam menjalani hidup. Maksud dari sabar yang tertera dalam al-Quran adalah ‘gigih dan ulet’ seperti yang dimaksud dalam QS. Ali ‘Imran/3: 146. Di antara hikmah dan faedah puasa selain untuk menjadi orang yang bertakwa adalah sebagai berikut;
  • Untuk pendidikan/latihan rohani
    • Mendidik jiwa agar dapat menguasai diri
    • Mendidik nafsu agar tidak senantiasa dimanjakan dan dituruti
    • Mendidik jiwa untuk dapat memegang amanat dengan sebaik-baiknya
    • Mendidik kesabaran dan ketabahan
  • Untuk perbaikan pergaulan
Orang yang berpuasa akan merasakan segala kesusahan fakir miskin yang banyak menderita kelaparan dan kekurangan. Dengan demikian akan timbul rasa suka menolong kepada orang-orang yang menderita.
  • Untuk kesehatan
Perlu diingat ibadah puasa Ramadhan akan membawa faedah bagi kesehatan rohani dan jasmani jika pelaksanaannya sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan, jika tidak maka hasilnya tidaklah seberapa, malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia saja.
Allah berfirman dalam surat [Al-A'Raaf] ayat 31:
"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan"

Nabi S.A.W.juga bersabda:
"Kita ini adalah kaum yang makan bila lapar, dan makan tidak kenyang."

Tubuh manusia memerlukan makanan yang bergizi. Jika manusia makan berlebih-lebihan sudah tentu akan membawa muzarat kepada kesehatan. Badan bisa menjadi gemuk, yang bisa mengakibatkan sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan berbagai penyakit lainnya. Oleh itu makanlah secara sederhana, terutama ketika berbuka, mudah-mudahan Puasa akan membawa kesehatan bagi rohani dan jasmani kita.
  • Sebagai rasa syukur atas segala nikmat Allah
0 komentar

Orang yang Boleh Membatalan Puasa


Berikut ini adalah orang yang boleh membatalkan puasa wajib (puasa Ramadhan), yaitu:
1. Yang wajib qada saja
Orang-orang yang tersebut di bawah ini, boleh tidak berpuasa, tetapi wajib qada, artinya wajib mengganti puasanya di hari lain, sebanyak hari yang ditinggalkan. Yaitu sebagai berikut :
  1. Orang yang sakit, yang ada harapan untuk sembuh.
  2. Orang yang bepergian jauh (musafir) sedikitnya 89 km.
  3. Orang yang hamil, yang khawatir akan keadaannya atau bayi yang dikandungnya.
  4. Orang yang sedang menyusui anak, yang khawatir akan keadaannya atau anaknya.
  5. Orang yang sedang haid (datang bulan), melahirkan anak dan nifas.
  6. Orang yang batal puasanya dengan suatu hal yang membatalkannya selain bersetubuh.
Yang tidak wajib qada, tetapi wajib fidyah
Orang-orang di bawah ini tidak wajib qada (menggantikan puasa di hari lain), tetapi wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan orang miskin setiap hari yang ia tidak berpuasa, berupa bahan makanan pokok sebanyak 1 mud (576 gram).
  1. Orang yang sakit yang tidak ada harapan akan sembuhnya.
  2. Orang tua yang sangat lemah dan tidak kuat lagi berpuasa.
Yang wajib qadha' dan kifarat
Orang yang membatalkan puasa wajibnya dengan bersetubuh, wajib melakukan kifarat dan qadha'. Kifarat ialah memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Jika tidak ada hamba sahaya yang mukmin maka wajib berpuasa dua bulan berturut-turut (selain qadha' menggantikan hari yang ditinggalkan), jika tidak bisa, wajib memberi makan 60 orang miskin, masing-masing sebanyak 1 mud (576 gram) berupa bahan makanan pokok.
 
;