Jika seekor burung tak mau bernyanyi
Tanyakanlah pada mereka bertiga!
“Bunuh saja!”, kata Nobunaga
“Buat agar dia suka menyanyi..”, kata Hiyoshi
“Tunggu!”, kata Ieyashu
Itulah syair sederhana pembuka dalam novel apik karya novelis jepang Eiji Yoshikawa yang berjudul Taiko, novel ini berkisah tentang seorang anak petani yang bernama Hideyoshi, si muka monyet yang bercita- cita menjadi seorang samurai, dan pada akhirnya menjadi Taiko yang berhasil menyatukan Jepang.
Ceritanya diawali masa kecil Hideyoshi saat menjadi anak petani di daerah Owari milik Marga Oda, saat kecil Hideyoshi dikenal sebagai anak yang nakal sehingga tidak heran banyak sekali warga pedesaan yang mencemoohnya. Lalu cerita berlanjut saat Hideyoshi berusia remaja, dia pergi dari rumah melakukan perjalanan untuk meraih cita- citanya menjadi sorang samurai diperjalanan itu Hideyoshi mengalami banyak hal.
Kehidupan Hideyoshi berubah
total saat bertemu seorang penerus marga Oda berumur 19 tahun pengganti ayahnya
meninggal, Oda Nobunaga diawal perkenalan disebut si pandir, karena terkesan
nyeleneh, namun ternyata itu semua hanya siasat untuk mengetahui, siapa
pengkhianat dalam marganya yang merasa ragu dengan kepemimpinannya karena dia
masih muda. Hideyoshi menjadi salahsatu orang kepercayaannya, dikarenakan
dengan ketulusan hatinya dalam mengerjakan sesuatu dan kecerdasannya yang mampu
menyelesaikan hampir semua masalah di istana Nobunaga. Sayangnya karena
ketulusan hatinya dalam mengerjakan sesuatu dia sering menjadi cemoohan
orang-orang yang iri.
Cerita berlanjut saat Hideyoshi menjadi Jendral kepercayaan Nobunaga, pada saat itu Nobunaga sedang melakukan kampanye berdarah untuk menyatukan seluruh Jepang, dikarenakan Shogun Asikaga pada masa itu terlalu lemah, sehingga sering terjadi pertikaian antar marga, hal yang menarik saat kampanye ini adalah sepak terjang Hideyoshi yang sering berhasil menyakinkan musuh dari marga lain menjadi sekutu, sehingga tak jarang dia memenangkan pertempuran tanpa pertikaian berdarah.
Saat Oda Nobunaga meninggal karena insden penghianatan salah satu jendralnya yaitu Mitsuhide Akechi, Hideyoshi berusaha menstabilkan kekuasaan wilayah Marga Odadan mengambil alih tampuk kepemimpinan sebagai Taiko, dikarenakan keturunan dari Marga Oda tidak ada yang kompeten sehingga ditakuykan wilayah Marga Oda akan terancam oleh marga lain. Dibagian terakhir, diceritakan bahwa Hideyoshi berhasil menyatukan seluruh Jepang, dan melakukan penyerangan ke Cina akan tetapi gagal. Setelah kepemimpinan Hiyoshi berakhir sistem keshogunan dikembalian, Hiyoshi digantikan oleh seorang sekutu terkuat Marga Oda bernama Tokugawa Ieyashu yang sangat penyabar dan matang, sehingga Tokugawa memimpin jepang selama 300 tahun.
Novel apik bertema sejarah setebal 1143 halaman ini sangat menarik untuk dibaca karena berisi nilai- nilai kemanusiaan yang sangat mendalam seperti ketulusan, harga diri, dan kepercayaan. namun yang paling menarik bagi saya adalah budaya- budaya dan alam Jepang yang dikisahkan dengan apik sehingga sang pembaca seperti dibawa ke Jepang pada abad ke- 16, yang menurut saya tidak ditemukan di manga dan anime Jepang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar